• ( 021 ) 4788 2000
  • danny@abahrama.com
  • Graha Mas Pemuda Blok AA No. 15, Rawamangun

Blogs

Strength Based Article

Training And Development

Padanan kata yang sering kita dengar dibidang HRD atau HCD yang ternyata diartikan secara berbeda- beda oleh pakar HCD.

Ada yang membedakan Training untuk sisi mesin dari manusia sedangkan Develoment untuk sisi manusianya manusia (baca tulisan Forbes dibawah ini), Ada yang menganggap itu merupakan satu kesatuan, Ada juga yang melihat itu sebagai dua hal yang terpisah dengan menambahkan lagi istilah baru “Fascilitating and Development”. Jadi mana yang benar kalau begitu ?

Marilah kita kembali ke definisi :

Training : adalah pelatihan , yang seharusnya isinya melatih keterampilan (SKILL) dan gurunya disebut Trainer

Development: adalah pengembangan.

Jadi keduanya merupakan kata yang berbeda dan kalau digabung maka berarti setelah dilakukan Training maka diharapkan akan berkembang atau boleh juga untuk mengembangkan seseorang dibutuhkan Pelatihan atau Training.

Jadi Training adalah proses nya dan berkembang adalah hasilnya.  Diambil dari dua artikel :

Forbes :The Solution

The solution to the leadership training problem is to scrap it in favor of development. Don’t trainleaders, coach them, mentor them, disciple them, and develop them, but please don’t attempt to train them. Where training attempts to standardize by blending to a norm and acclimating to the status quo, development strives to call out the unique and differentiate by shattering the status quo.

Training is something leaders dread and will try and avoid, whereas they will embrace and look forward to development. Development is nuanced, contextual, collaborative, fluid, and above all else, actionable.

An analysis of Leadership development program Teaching or facilitating leadership?

The Developmental Leadership Program is clear that we do not think that leadership (as a process) can be taught, but that it can potentially be facilitated, fostered or brokered through the right methods.

Sabtu 5 januari 2013 ada BBM masuk dari salah satu rekan EO yang tertarik dalam bidang Developing orang sbb:

“Abah bagaimana cara paling effektif mengetahui seseorang perlu di training atau di coaching atau tidk perlu dilakukan apa-apa?”

Kemampuan setiap karyawan harus dikembangkan (develop) untuk menjadi lebih baik yang ukurannya adalah KINERJA atau juga berapa yang DIHASILKAN atau juga PRODUKTIVITAS. Dan kalau bicara kemampuan maka seharusnya dilihat dulu kemampuan dalam aktivitas mana saja?

Karena didunia kerja ada beragam aktivitas dan setelah mengetahui klaster aktivitasnya baru kita bisa memahami  faktor faktor apa saja yang berpengaruh terhadap kemampuan seseorang sehingga selanjutnya kita bisa memilih metoda terbaik untuk mengembangkan seseorang

AKTIVITAS DIDUNIA KERJA

Walaupun dikamus ada sekitar 13 ribu kata kerja bukan berarti berarti ada 13 ribu aktivitas didunia kerja karena setelah dikumpulkan dan dikelompokan ada sekitar 100 klaster aktivitas saja dan penelitian di Indonesia (konsep ini belum dikenal didunia) selama kurang lebih 4 tahun di puluhan perusahaan , klaster aktivitas tersebut sudah bisa mewakili berbagai fungsi pekerjaan.

Berikut dapat dilihat pengelompokan klaster aktivitas dalam 8 kelompok yang terkait dengan ketiga unsur ABC (Affective, Behavior dan Cognitive) atau sering juga disebut Affective, Conitive, Cognitive yang kalau dalam bahasa Indonesia ada Cipta (Cognitive) Rasa (Affective) Karsa (Motivasi diri).

Pengelompokkan ini harus difahami oleh semua orang yang bergelut dibidang Sumber Daya Manusia dan pengelompokan ini juga sangat menentukan unsur mana yang paling penting untuk dikembangkan dari 4 unsur utama yaitu TASK (Talent Attitude Skill Knowledge).

  1. Untuk aktivitas Individual Fisik Outdoor (Technical): selain Attitude maka yang paling penting adalah SKILL
  2. Untuk aktivitas Individual Fisik Indoor (Elementary / Administration): selain Attitude maka yang paling penting adalah SKILL
  3. Untuk aktivitas Individual menggunakan otak kiri bawah (Reasoning): selain Attitude maka yang terpenting adalah Skill dan Knowledge
  4. Untuk aktivitas Individual yang menggunakan otak kiri atas (Thinking): selain Attitude maka yang terpenting  adalah juga Skill dan Knowledge
  5. Untuk aktivitas Individual yang menggunakan otak kanan (Generating Idea): selain Attitude maka yang paling penting adalah Talent
  6. Untuk aktivitas Interpersonal yang menggunakan otak kanan bawah (Headman, Networking dan Servicing): selain Attitude maka yang paling penting adalah Talent


KESIMPULAN

Dalam diri manusia ada sisi Robot (Mesin) dan ada sisi Manusia nya yang apabila ingin dikembangkan seharusnya melalu metoda yang berbeda. Dalam sisi Robot, manusia bisa dikembangkan dengan cara mengajarkan dan melatih materi apapun yang perlu dikembangkan (Teaching, Training). Dalam sisi Manusia, manusia harus dikembangkan dengan cara mengajarkan dan melatih materi yang merupakan potensi kekuatannya saja (Fascilitating, Coaching, Mentoring dlsb)

Sudahkah anda mengenal diri anda ?

© Copyrights Lead Pro 2017. All rights reserved.