• ( 021 ) 4788 2000
  • danny@abahrama.com
  • Graha Mas Pemuda Blok AA No. 15, Rawamangun

Strength Typology

Filosofi dan Latar Belakang

Pentingnya Misi

Pengertian tentang Misi dan Visi sering diabaikan oleh banyak organisasi dan perusahaan dan hanya menjadi pajangan belakan padahal ini merupakan salah satu Management Tools yang sangat penting dan selama belasan tahun selalu menjadi 3 Management Tools tertinggi didunia dalam laporan Bain & Company

Mengapa disebut sebagai Management Tools ?

Bukankan itu hanya sekedar slogan yang wajib dipajang ruang didepan atau dihalaman pertama brosur profil perusahaan ?

The first obstacle to understanding mission is a problem of language. Many leaders use mission and vision interchangeably, or think that the words matter little. But words do matter. Language is messy by nature, which is why we must be careful in how we use it. The essence of leadership is communication.-Peter Senge 

TIGA TEMUAN PENTING TERKAIT

BAIN & COMPANY (Bain and Company is a global management consulting firm) meneliti penggunaan berbagai Management Tools diberbagai perusahaan besar didunia sbb:
 

Menunjukan bahwa “mission statement” selalu menduduki peringkat tinggi selama bertahun tahun bahkan sampai tahun 2009 mission & vision statement masih juga menduduki peringkat tinggi dibandingkan dengan “core competency” yang sudah menjadi UU dinegeri kita ini.

Hampir semua perusahaan memiliki “visi misi” tetapi jarang sekali yang merasa kalau itu adalah Management Tools yang bahkan peringkatnya lebih penting dibandingkan core competencies dan yang lebih  menarik lagi adalah mission lebih didahulukan ketimbang vision padahal selama ini sebagian besar perusahan lebih mementingkan visi.

Ada kemungkinan selama ini kita tidak mengerti misi dan visi sehingga management tools peringkat tinggi ini hanya menjadi slogan saja.

GOOD TO GREAT

Setelah menulis buku Built to Last yang menggegerkan kalangan manajemen yang bereakhir cerita kegagalan perusahaan yang dijadikan contoh, maka dituliskan temuan baru yang saat ini menjadi salah satu buku inspiratif bagi para Leader di dunia yaitu Good to Great.

Yang menarik dan perlu disimak disini adalah bahwa dalam buku ini tidak terdapat satupun kata “competency” didalamnya. Yang menjadi intinya adalah apa disebut sebagai Hedgehog. 

 HEDGEHOG CONCEPT

What you are deeply passionate about. Good-to-great companies did not pick a course of action, then encourage their people to become passionate about their direction. Rather, those companies decided to do only those things that they could get passionate about. They recognized that passion cannot be manufactured, nor can it be the end result of a motivation effort. You can only discover what ignites your passion and the passions of those around you.-Jim Collins in Good to Great

Our Hedgehog Concept reflects deep understanding of the three circles:

1) what we can be passionate about,

2) what we can be the best in world at, and

3) what best drives our economic or resource engine.

We understand that nothing great can be accomplished without passion, and we limit our primary arenas of activity to those for which we have great passion.

We know what we can be the best in the world at. While “best in the world” might be local or highly-focused, e.g., “best in the world at breaking the cycle of homelessness in Indiana” or “best in the world at providing financial services to people in Des Moines,” it nonetheless captures what we can do better than any other institution on the planet. We understand what best drives our economic or resource engine. If we are a for-profit business, we have identified our one economic denominator—profit per X—that has the most significant impact on our economics. If we are a social sector organization, we know how best to improve our total resource engine, so that we can spend less time worrying about money and more time fulfilling our mission-

Jim Collins , Good to Great

Collins menyebutkan “ nothing great can be accomplished without passion” padahal “passion” sangat terkait dengan sifat produktif seseorang yang kemudian dinamakan Bakat
 

THE GOLDEN CIRCLE

Semua orang pernah mendengar bahwa penemu pesawat terbang pertama didunia adalah Wright Bersaudara dan jarang orang tahu bahwa pada saat yang sama ada kelompok lain beberapa ratus mil jaraknya yang dipimpin oleh Langley yang juga berusaha membuat kapal terbang. Langley mendapat dana 50.000 USD yang saat itu nilainya sangat besar, memiliki hubungan baik dengan Smithsonian Institute yang punya banyak orang pintar dan usahanya ini diliput oleh New York Times.

Bukankan bagi Langley semuanya sudah sangat ideal ? Modal, SDM maupun pemasaran sudah terjamin sedangkan Wright bersaudara hanya memiliki toko sepeda kecil, tidak satupun dari tim mereka yang lulusan perguruan tinggi dan tidak ada satu mediapun yang meliput kegiatan mereka.
 

Apa Rahasianya?

Simon Sinek menemukan konsep sederhana yang dia sebut sebagai The Golden Circle 

What: semua founder suatu organisasi tahu apa yang harus dilakukan oleh organisasi / perusahaannya
How : sebagian (tidak semua) founder tahu bagaimana melakukannya
Why : sangat sedikit founder yang tahu mengapa dia melakukannya,mengapa disini bukan mencari keuntungan (karena ini adalah hasil) akan tetapi “maksud dan tujuan”yang merupakan kata kerja dan memberi manfaat bagi orang lain dan lingkungan, paling tidak bagi “stake holder” nya.

Inti dari pendapat ini adalah bahwa setiap organisasi harus bisa menjawab “MISI” nya yang dalam hal ini Misi diterjemahkan sebagai “Alasan Keberadaaan”

KESIMPULAN DARI KETIGA INFORMASI DIATAS

Sama halnya dengan manusia yang merupakan ciptaan Allah melalui orangtuanya, maka Organisasi pun sebanarnya merupakan ciptaan Allah melalui pendirinya.

Setiap pencipta mempunyai maksud (purpose) dan tujuan (destination) ketika menciptakan sesuatu dan agar supaya ciptaannya berfungsi sesuai dengan maksudnya tadi maka setiap ciptaan diberikan “fitur unik” sesuai dengan untuk apa dia diciptakan.

Apabila ciptaannya ini berfungsi sesuai dengan maksudnya maka penciptanya akan pasti memelihara ciptaannya agar tetap berfungsi ssuai dengan maksudnya tadi. Sebaliknya apabila ciptaan nya tersebut “membelot” karena tidak berfungsi sesuai dengan maksudnya maka penciptanya tidak aka memeliharanya lagi.

Maksud (purpose) tersebut mengakibatkan organisasi memiliki tugas yang harus diselesaikan yang dinamakan Misi.

MISSION

The dictionary -- which, unlike the computer, is an essential leadership tool -- contains multiple definitions of the word mission; the most appropriate here is, "purpose, reason for being." Vision, by contrast, is "a picture or image of the future we seek to create," and values articulate how we intend to live as we pursue our mission. Paradoxically, if an organization's mission is truly motivating it is never really achieved. Mission provides an orientation, not a checklist of accomplishments. It defines a direction, not a destination. It tells the members of an organization why they are working together, how they intend to contribute to the world. Without a sense of mission, there is no foundation for establishing why some intended results are more important than others-Peter Senge.

PERAN MISI

Misi sangat  menentukan kelanggengan organisasi ataupun perusahaan apabila semua- baik pimpinan maupun karyawan memahami artinya dan mempraktekannya dalam bekerja , bahkan seharusnya Core Mission merupakan hal yang sangat penting dimengerti dan diselaraskan pada saat melakukan rekrutment agar misi perusahaan selaras dengan misi pribadi para karyawannya. Karena dengan selarasnya misi pribadi dengan misi perusahaan maka semuanya akan berjalan lebih lancar karena semua karyawan bekerja sesuai dengan kekuatannya masing-masing

CONTOH CORE MISSION

    • To help women achieve (Mary Kay Ash)
    • Building Quality (Xerox)
    • Guiding Individuals for Better Career (LeadPro)
    • To serve the society (Toyota)
    • Helping people feel secure (mutual life insurance)
    • Perfect stay (Carlton)
    • To save Hillsides of California (tree people)
    • To help people claim their self esteem (dentist)
    • Help the world through better and faster communications (Federal Express)
    • to provide financial security to families (Life Insurance)
    • to help people look their best (Clothing Sales Person)
    • to provide food for people of the world (Farmer)
    • to help people develop their capabilities (Manager)
    • to help people understand lawfulness and live together lawfully, and to give them security in their neighborhood communities (Law enforcement officer)

 

CIRI-CIRI CORE MISSION

  • Berupa kata kerja yang menyatakan
  • NIAT yang TULUS untuk memberi manfaat bagi banyak orang dan atau lingkungan.
  • Minimum manfaat bagi stakeholdernya apabila memungkinkan bagi orang banyak

 

CORE MISSION DAN CORE TALENTS

Core talents dari perusahaan merupakan keunikan yang sulit ditiru dan ini harus selaras dengan misi perusahaan karena kemampuan menjalankan misi tersebut membutuhkan fitur unik tertentu dari personilnya. Misalnya :

Perusahaan angkutan penumpang : misinya adalah membawa penumpang dengan selamat, tepat waktu dan pelayanan yang baik, maka dibutuhkan orang-orang yang berbakat Belief, Discipline dan Deliberative dari 14 Bakat dominannya.

Perbankan : misinya adalah memberikan pelayanan berupa kecepatan , keteraturan dan keakuratan penyajian data, maka dibutuhkan orang-orang berbakat Discipline, Deliberative dan Consistency

Rumah sakit : misinya adalah melayani dan merawat pasien dengan higienis, maka dibutuhkan orang-orang yang berbakat Belief, Empathy dan Discipline

Guru : Misinya adalah  memberikan pelatihan dan pendidikan ilmu yang sesuai dengan bakatnya masing-masing, Maka dibutuhkan orang-orang yang  berbakat Developer, Communication dan Learner

  1. REKRUTMEN

    Rekrutment ada fase yang paling kritis dan sangat menentukan apakah organisasi akan berjalan lancar atau tidak. Orang yang bekerja sesuai dengan sifat produktifnya akan bekerja lebih enjoy yang tentunya membuat lebih produktif oleh karena itu didalam proses rekrutmen salah satu yang penting adalah menyamakan misi pribadi dengan misi perusahaan.

    Apapun perannya di organisasi, setiap anggotanya harus memiliki “core talents” yang sama.

    KEKUATAN/KOMPETENSI terdiri dari 4 unsur utama yaitu :

      1. SKILL
      1. KNOWLEDGE
      2. ATTITUDE
      3. TALENTS (TRAITS & MOTIVES) .


Sudahkah anda mengenal diri anda ?

© Copyrights Lead Pro 2017. All rights reserved.